Krisis Ekonomi di Eropa

Krisis Ekonomi di EROPA

Eropa, ialah salah satu benua yang terdiri dari beberapa negara-negara yang termasuk negara maju. Selain itu, di tambah dengan adanya UE (Uni Eropa) yang terkenal dengan integrasi ekonominya yang tertata apik, sehingga tidak salah jikalau perekonomian yang ada di Eropa sangatlah berpengaruh dan memiliki dampak yang besar terhadap negara-negara laennya. Sehingga , apabila perekonomian di Eropa baik atau sedang on fire, maka begitu pula dengan negara-negara lainya yang akan merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh Eropa, terutama bagi negara-negara yang menjalin kerjasama dengan negara-negara di Eropa, seperti Amerika, Indonesia, Malaysia, Turky, dan negara-negara lainnya. Akan tetapi, hal ini akan menjadi bomb atom terhadap negara-negara yang terlalu bergantung pada Eropa, ketika negara-negara di Eropa mengalami krisis ekonomi seperti yang kita ketahui saat ini.

Penyebab Krisis Ekonomi di Eropa

Sebenernya apa sih penyebab runtuhnya ekonomi di negara-negara bagian Eropa ? Sebetulnya, krisis yang menakutkan dunia itu berakar pada kegagalan Uni Eropa untuk memperbaiki perbankan. Sebenarnya perekonomian Eropa belum sepenuhnya sembuh kembali dari krisis 2007 dan tidak pernah sepenuhnya menangani semua tantangan yang dihadapi sistem perbankan mereka. Salah satu faktor penting terjadinya krisis keuangan Eropa adalah karena faktor krisis utang di negara Yunani yang kemudian merembet ke Irlandia dan Portugal. Dan ketiga negara tersebut memiliki utang yang lebih besar dari GDP-nya, dan juga sempat mengalami defisit (pengeluaran negara lebih besar dari GDP). Krisis mulai terasa pada akhir tahun 2009 ketika dua dari sektor ekonomi utama Yunani yaitu sektor pariwisata dan perkapalan, justru mencatat penurunan pendapatan hingga 15%. Orang-orang punmulai sadar bahwa mungkin ada yang salah dengan perekonomian Yunani. Dan keadaan semakin memburuk ketika pada awal tahun 2010, diketahui bahwa Pemerintah Yunani telah membayar Goldman Sachs dan beberapa bank investasilainnya, untuk mengatur transaksi yang dapat menyembunyikan angka sesungguhnya dari jumlah utang pemerintah. Pemerintah Yunani juga diketahui telah mengutakatik data-data statistik ekonomi makro, sehingga kondisi perekonomian merekatampak baik-baik saja, padahal tidak. Pada Mei 2010, Yunani sekali lagi ketahuan telah mengalami defisit hingga 13.6%. Salah satu penyebab utama dari defisit tersebut adalah banyaknya kasus penggelapan pajak, yang diperkirakan telah merugikan negara hingga US$ 20 milyar per tahun. Tidak cukup sampai disitu saja, sekarang para pemimpin negara-negara di Eropa harus benar-benar berfikiar lebih ekstra lagi, karena setelah bangkrutnya Yunani. Kali ini disusul oleh bangkrutnya Irlandia, Spanyol, dan hingga merembet ke Itali, Inggris, dan terakhir melanda Perancis, yang masuk ke jurang krisis akibat utangnya masing-masing. Dan hal ini mngakibatkan, Bursa saham di Uni Eropa terus berguguran sampai titik yang paling rendah. Sebetulnya, inti permasalahanya ialah karena lalainya pihak pemerintah Uni Eropa yang kurang teliti dalam pengecekkan transaksi atau keluar masuknya uang yang terjadi pada Yunani, dan hal itu ditambah parah dengan adanya kebohongan yang di lakukan oleh pihak Yunani untuk menutup-nutupi dana yang saat itu sebenarnya sedang mengalami kepailitan atau krisis yang sangat mengganggu kesetabilan Yunani. Akan tetapi hal itu kemudian di ketahui oleh pihak Uni Eropa ketika sektor ke banggaan Yunani mengalami kemerosotan yang cukup siknifikan, akhirnya hal itu kini merembet ke negara-negara eropa lainnya di Eropa dan terjadilah krisis di Eropa dan juga negara-negara lainnya yang bergantung atau berkejasama dengan Eropa pastilah akan terkena dampak yang di timbulkan pula.

Dampak-dampak dari Krisis Ekonomi di Eropa

Apasaja sih dampak yang ditimbulkan oleh krisis yang tengah malanda eropa ini ? Yang jelas dan yang pasti, dampak yang ditimbulkan pastilah dampak-dampak yang negative dan setiap negara pasti mengalami dampak yang berbeda pula.

A. Amerika

Amerika adalah salah satu negara yang paling parah mengalami dampak dari krisis yang terjadi di Eropa saat ini, hal ini di karenakan terelalu banyaknya saham-saham besar Amerika yang ada di Eropa khususnya di negara-negara Eropa yang lagi terkena krisis. Di lain sisi antara Eropa terjalin hubungan yang sangat erat dengan Amerika di bidang perekonomian khususnya. Hal ini tentulah sangatlah berdampak pada perekonomian di Amerika saat ini. Seepertu di kutip oleh pihak “Republika”, bahwasannya saat ini Amerika tengah mengalami penurunan atau pemerosotan saham besar-besaran, terutama pada saham teknologi, yang dimana saham Hewlett-Packard mengalami penurunan sebesar 4,1 persen, begitu juga Microsoft yang turun 3,0 persen, Lenovo memgalami jatuhnya saham hingga 6,0 persen dan Dell melemah 2,1 persen. Bukan hanya pada saham teknologi saja, tetapi hal ini juga terjadi pada Indeks Dow Jones Industrial Average turun 138,12 poin atau 1,09 persen menjadi 12.502,66 pada penutupan perdagangan. Selain itu, Indeks saham S&P 500 turun 21,30 poin atau 1,60 persen menjadi 1.313,72, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq kehilangan 56,26 poin atau 1,95 persen menjadi 2.836,16. Hal ini semakin menambah rekor buruk saham-saham Amerika Serikat di bursa efek dunia. Hal ini di tambah lagi dengan semakin banyaknya pengangguran di Amerika yang dikarenakan terkena dampak dari krisis. Hal ini di perkuat dengan semakin bertambahnya ribuan warga hidup yang menggelandang menjadi tunawisma, tanpa rumah dan tempat tinggal dan mereka tinggal di tenda-tenda. Hal ini dikarenakan banyak warga yang tidak mampu melunasi kredit perumahan atau menjadikan rumah mereka sebagai agunan. Sedangkan yang lain menghadapi penggusuran karena dianggap melanggar keamanan akibat menganggur dan frustasi. Menurut data yang berkembang sekarang, tercatat kurang lebih sebanyak 13 juta warga Amerika yang menjadi pengangguran dan tunawisma dan hal ini tercatat bertambahnya 3 juta pengangguran selama presiden Obama menjabat. Angka pengangguran ini terbesar setelah depresi besar paska perang dunia ke II. Sungguh sangatlah besar dampak yang ditimbulkan oleh krisis yang terjadi di Eropa. Akan tetapi, bagaimanakah dampak krisis ekonomi Eropa yang di alami Indonesia ?

B. Indonesia

Indonesia ialah salah satu negara berkenbang yang menjalin hubungan yang cukup erat dengan pihak Uni Eropa dalam bidang manufactur khususnuya. Hal ini terbukti dengan banyaknya tujuan export kita ke Eropa yang mencapai angka 14 persen dari total export Indonesia. Akan tetapi, menurut beberapa pihak mengatakan bahwasannya Indonesia tidak akan mengalami dampak yang terlalu siknifikan. Seperti yang di katakan oleh salah satu direktur bank dunia Sri Mulyani, Indonesia tidak akan terlalu banyak terkena dampak dari krisis yang terjadi di Eropa, karena modal yang di tanamkan relatif tidak banyak sperti negara-negara di wilayah lain Asia. Akan tetapi, kita tetap di himbau untuk tidak menganggap remeh krisis di Eropa karena pada saat yang sama perekonomian china sedang mengalami penyesuaian, karena china saat ini tidak bisa lagi mengekspor barangnya ke Eropa. Sehingga, apabila akibat krisis tersebut pasar Eropa jadi di tutup sungguh hal ini sangat mengkhawatirkan, karena barang-barang dari China akan semakin banyak dan hal ini di khawatirkan akan semakin mengganggu pasar domestik di Indoneesia. Dan di lain sisi, akibat krisis ekonomi yang melanda Eropa, indeks mata uang kita dan Indeks Harga Saham Gabungan ( IHSG) juga sempat mengalami penurunan dan total ekspor kitapun juga mengalami penurunan dan mengalami peningkatan jumlah impor, terutama pada impor minyak mentah (BBM). Hal ini sudah tidak bisa di biarkan lagi meskipun hal itu tidaklah terlalu parah. Jadi, hal ini terbukti bahwa kita tidak bisa tenang-tenang saja dalam menanggapi krisis yang terjadi di Eropa karena cepat atau lambat kita akan segera terkenak dampaknya, jikalau pemerintah Indonesia tidak sesegera mungkin menangani hal ini secara mendalam.

Cara Menanggulangi Dampak Krisis di Eropa

Meskipun Indonesia belum terkena dampak yang siknifikan terhadap krisi ekonomi yang melanda Eropa, akan tetapi sungguh tidak ada salahnya jikalau kita sejak saat ini sudah memikirkan cara apa yang harus kita lakukan untuk lari dari dampak krisis ekonomi tersebut. Dan untungnya hal ini ternyata sudah di rencanakan oleh pihak BI (Bank Indonesia), seperti yang di katakan Gubernur BI Darmin Nasution, beliau mengatakan bahwasanya kami akan meningkatkan pasokan valuta asing di pasar sesuai dengan kebutuhan sebagai bagian untuk stabilisasi nilai tukar rupiah. Selain intervensi pasar valas, BI terus melanjutkan upaya stabilisasi nilai tukar rupiah termasuk pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder, penerbitan Deposito Valas Berjangka serta pengembangan sejumlah instrumen transaksi valas lain di dalam negeri. Akan tetapi, Untuk meningkatkan pasokan valas, BI harus segera memulai lelang Term Deposit valas serta mempersiapkan instrumen lindung nilai.Bank Indonesia juga terus melanjutkan langkah-langkah pendalaman pasar valas dalam negeri untuk memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah.

Akan tetapi jikalau menurut Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan bahwa, salah satu antisipasi yang disiapkan adalah penguatan sektor keuangan, karena banyak lembaga perbankan di Eropa yang mulai terkena dampak krisis sehingga menarik portofolio mereka di kawasan Asia. “Yang kami antisipasi adalah pengaruh dari sisi keuangan. Itu yang mesti kita selalu siap dan juga pengaruh pada buyback financing, karena bank-bank di Eropa banyak yang terpengaruh krisis dan mungkin mereka mempunyai preferensi beda dalam hubungan mereka dengan negara-negara di luar Eropa,” ujar Menkeu.Selain itu, pemerintah bersama Lembaga Penjamin Simpanan dan Bank Indonesia akan segera memperbaharui krisis manajemen protokol sebagai antisipasi ketika krisis Eropa benar-benar berdampak terhadap perekonomian Indonesia. Langkah-langkah ini hampirlah sama dengan apa yang di lansir oleh Gubernur BI. Dan yang perlu kita garis bawahi yaitu dengan adanya peningkatan pada nilai impor kita terhadap minyak bumi, di sisi ini pemerintah sudah sehsrusnya menaikkan harga BBM kita, walaupun banyak pihak yang mengecam kebijakan itu, tetapi itulah jalan yang terbaik daripada kita menggembar gemborkan kepada masyarakat untuk berhemat dalam penggunaan BBM yang selama ini tidak pernah di gubris oleh masyarakat dan bahkan oleh para wakil-wakil rakyat. Kenaikan BBM itu ialah kebijakan yang seharusnya sudah di lakukan oleh pemerintah, agar kita dapat menekan biaya subsidi yang belum tentu sepenuhnya diterima oleh warga golongan menengah ke bawah. Akan tetapi yang terpenting dari langkah-langkah tersebut yaitu ialah untuk menangulangi dampak dari krisis Eropa agar tidak terlalu berdampak bagi Indonesia, dan sesegera mungkin untuk menangani kasus-kasus korupsi yng sangat merugikan negara karena kebanyakan negara kita mengalami banyak kerugian dan memiliki banyak untang itu dikarenakan oleh para koruptor yang tak bertanggung jawab, sehingga hal ini dapat pula memicu terjadinya krisis di Indonesia seperti kasus di Yunani yang berawal karena negaranya mengalami utnag yang banyak di bandingkan pendapatannya ettapi tak hanya di Yunani saja, karena Indonesia juga pernah mengalami krisis pada tahun 1998 yang berawal dari hutang yang melebihi indeks penghasilan negara

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.